PASCASARJANA

AKSELERASI PEMBELAJARAN MENGUNAKAN ICT

PENDAHULUAN

  1. A.      Latar Belakang

Perubahan paradigma belajar dari guru sebagai pusat pembelajaran “teacher center” kearah peserta didik sebagai pusat  pembelajaran “students center” menuntut suatu upaya untuk mengembangkan pola dan cara belajar itu sendiri, dimana guru yang menjadi pembimbing harus lebih aktif dan kreatif dalam menciptakan kondisi kelas yang kondusif menarik dan efisien serta menyenangkan, sesuai apa yang diamanatkan  Undang-undang  No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan Suasana   belajar  dan   proses  pembelajaran  agar  peserta   didik Secara   aktif   mengembangkan   potensi  dirinya  untuk memiliki Kekuatan   spritual   keagamaan,   pengenalan   diri,   kepribadian, kecerdasan,  akhlak   mulia,   serta  ketrampilan   yang  diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”.

Perkembangan zaman serta perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat, dengan keberagaman bentuk bentuk belajar, mendorong orang untuk lebih berpikir keras terutama dalam dunia  pendidikan. Seiring dengan hal tersebut munculah apa yang dikatakan teknologi pendidikan yang merupakan suatu disiplin terapan, artinya perkembangannya terjadi karena adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar  lebih efektif, lebih efisien, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat. Untuk itu ada usaha dan produk yang sengaja dibuat dan ada yang ditemukan dan dimanfaatkan guna memfasilitasi siswa dalam belajar.

Pemanfaatan teknologi pendidikan dalam meningkatkan Produktivitas pendidikan salah satunya adalah bagaimana guru dalam dunia pendidikan  memfasilitasi siswa dalam belajar. Hal ini senada apa yang dikatakan Gerlach et al (49:1980), yaitu:

“you may facilitate learning by producing and using original structional material. You write  or draw things on chalkboards to facilitate student’s learning; you duplicate outline maps to help children locate and name places; you construct graphs or charts to help learners interprete data, you select utilize existing materials, you show a motion picture to help students learn to identify of cells;..you use a television program to enable your class to learn to speak a second language.”

Dalam hal ini Gerlach, dkk menyarankan untuk pemakaian media baik materi secara asli seperti pengunaan kapur, peta ataupun tabel bahkan pengunaan gambar bergerak/film, misalnya program di televisi untuk membantu siswa belajar bahasa asing. Artinya pengunaan media komunikasi dan informasi sangat diperlukan dalam membantu memfasilitasi kegiatan belajar siswa, sehingga dari kajian itu dapat menghasilkan sesuatu yang baik.

Produk yang dihasilkan dalam teknologi pendidikan tentunya akan mempermudah dalam proses pembelajaran hal ini seperti yang dikatakan Dahar (2011:2) “ Belajar dapat dipermudah bila kita mengetahui cara-cara dan seluk-beluk belajar sebagai hasil penelitian para ahli. Kita tinggal mengunakannya dan para guru mengajarkannya”. Pendapat tersebut senada apa yang dikatakan Miarso (2011:528) bahwa seorang yang mendalami aspek keilmuan saja belum tentu dapat meerapkannya dengan baik. Sebaliknya penguasaan atas aspek kiat saja juga tidak menjamin keberhasilan dalam membelajarkan peserta didik, selanjutnya ia menyarankan suatu program pembelajaran yang baik haruslah memenuhi krtiteria daya tarik, daya guna (efektivitas) dan hasil guna (efisiensi).

Dari pernyataan tersebut si atas dapat dikatakan pengetahuan tentang strategi dalam pembelajaran sangat diperlukan, utamannya  pengunaan atau pemanfaatan ICT (Information Communication Technology) khususnya dalam pegajaran menulis bahasa inggris dengan mengunakan weblog.

Bahasa inggris adalah  salah satu bahasa yang dipakai sebagai alat untuk  berkomunikasi di dunia  internasional sebagai mana yang dikatakan Taylor (1990:11) dalam Susandri (1997:1)  “many countries use English, one of about 5,000 different languages to communicate wit other countries”. Oleh sebab itu pengembangan dan peningkatan kemampuan siswa dalam mata pelajaran tersebut khususnya kemampuan menulis harus terus diperbaiki, salah satu caranya adalah dengan mengunakan weblog.

Pengunaan weblog dalam pengajaran kemampuan menulis bahasa inggris dapat dilaksanakan  dengan baik, mengingat sarana atau program tersebut sudah banyak tersedia. Pengunaan Weblog tersebut akan sangat membantu karena proses pembelajaran dengan mengunakan media ini tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Proses pembelajaran mengunakan weblog dalam bidang study bahasa inggris khusunya kemampuan menulis dapat dilakukan baik didalam ruang kelas ataupun di luar kelas tergantung situasi dan kondisi saat itu ataupun diluar jam belajar resmi. Artinya siswa dapat mengulangi atau melihat kembali pelajaran yang telah diberikan kapan saja dan dimana saja.

Proses penilaian atau evaluasi pun akan lebih berjalan fleksibel, siswa akan lebih aktif dan kreatif dengan adanya tengat waktu yang diberikan guru dalam mengerjakan latihan ataupun tugas yang diberikan dan hasilnya penilaian pun dapat langsung dilihat oleh siswa masing-masing.

Sisi positif dalam meningkatkan kreativitas dan keaktifan siswa dan guru dalam proses pembelajaran mengunakan weblog ini memang sangat baik, tetapi kemudian akan muncul pertanyaan jika tidak diawasi atau dikontrol oleh guru,” Siapa yang mengerjakan latihan atau tugas itu, siwa itu sendiri atau ia dibantu orang lain?”.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dalam pembahasan sebelumnya, ruang lingkup Makalah ini  adalah:

  1. Bagaimana meningkatkan  kemampuan menulis bahasa inggris siswa ?
  2. Apa yang dimaksud dengan Weblog?
  3. Bagaimana weblog digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam bahasa inggris?

 

  1. C.    Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui aplikasi teknologi pendidikan berbasis ICT mengunakan weblog dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam bahasa inggris di SMA Negeri 3 Lahat Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan.

 

 

 

 

PEMBAHASAN 

 

  1. 1.      Kemampuan Menulis

Perubahan pola belajar dari “teacher center” menjadi “student center” menuntut peran guru untuk lebih mengerti dan memahami kebutuhan siswa saat ini sehingga mereka dengan mudah dapat mengimpelementasi materi yang ada. Hal ini seperti yang disarankan Anderson, et.al (2001) “We suggest that teachers need a framework to help them make sense of objectives and organize them so that they are clearly understood and fairly easy to implement”. Artinya guru dituntut untuk memiliki pandangan terhadap materi yang akan mereka berikan, sehingga akan lebih mudah dalam prakteknya. Jika seorang guru dalam hal ini guru bahasa inggris inggin menyampaikan materi menulis, maka ia harus paham dan mengerti mengenai langkah-langkah dalam menulis bahasa inggris yang baik dan benar.

Bahasa inggris memiliki 4 (empat)  keterampilan dasar yaitu, listening (mendengar), Speaking (berbicara), reading (membaca) dan writing (menulis), dimana tujuan utama dari belajar bahasa inggris adalah untuk berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, seperti yang diungkapkan oleh Robinett (1987:73 dalam Susandri (1997:1) “the result of the second and foreign language is its spoken and written forms that involved acquisition”.  Writing (menulis) termasuk ketrampilam memproduksi (productive skills) selain speaking (berbicara). Pembelajaran writing (menulis) di sekolah sekolah belum melalui proses yang benar. Guru sering sekali hanya memberikan tugas writing tanpa memberikan langkah-langkah yang benar untuk bisa menghasilkan karya yang baik.

Indrawati (2010:46) membagi 5 (lima ) jenis utama dalam pelajaran menulis yaitu:

  1. Imittative : pada tahap awal siswa belajar menulis dengan hurup bahasa inggris, kata-kata,kalimat sederhana.

 

  1. Intensive or controlled: bentuk umum dari controlled writing adalah menyediakan sebuah paragrap dimana siswa mempenyai pilihan terhadap susunan kalimat atau structure, misalnya siswa diminta untuk merubah semua kata kerja bentuk “present tense” atau bentuk saat ini  menjadi bentuk “past tense” atau masa lampau. Bentuk lain dari intensive atau controlled ini adalah siswa diajak menonton sebuah film kemudian siswa diberi pertanyaan: Dimana ceritanya berlangsung? Gambarkan masing-masing karakter? Atau apa yang dikatakan wanita di dalam mobil?. Jenis lain dari bentuk ini adalah guru membacakan sebuah cerita dalam kecepatan biasa, kemudian guru meletakkan kata kunci dalam setiap paragrap, setelah itu menuliskannya di papn tulis kemudian siswa di perintahkan menulis kembali paragrap berdasrkan kata-kata yang mereka kumpulkan.

 

  1. Self-writing : bentuk yang paling umum pada jenis ini adalah catatan ringan, dimana siswa membuat sebuah catatan selama pelajaran berlangsung dengan tujuan untuk dipahami kembali nantinya. Contoh lainnya adalah diari atau jurnal, dimana siswa menuliskan pikiran, perasaan, dan reaksi di dalam sebuah catatan.

 

 

  1. Display writing: Bentuk tulisan ini mengambarkan pengetahuan atau pemahaman, contohnya adalah latihan menjawab dengan ringkas, latihan menulis, atau bahkan laporan penelitian.

 

  1. Real writing: tiga katagowi dari real wrting adalah tulisan akademik, vocation atau technical (surat resmi dan isian aktual) serta personal ( diari, surat, kartu pos, pesan pribadi, dan catatan)

 

Selanjutnya Carderonello dan Edwards ( 1986:5 ) dalam Nurbaiti (2006) menjelaskan dalam buku mereka Raugh Draft sebagai berikut:

Writing is not simply a matter of putting words together, it is a recursive process, It is a process of revision and rewriting. Teaching writing means we create a pedagogy that helps students see writing as continous process of revising and rewriting as they invent, plan, darft their text.

Menulis bukanlah hanya kegiatan menggabungkan kata-klata . menulis adalah proses yang berulang ulang,  yaitu proses yang merevisi dan menulis kembali. Mengajar writing berarti kita menciptakan ilmu pendidikan yang membantu siswa melihat bahwa menulis kembali karena mereka akan menemukan, merencanakan dan membuat draft teks.

Lebih jauh Cartdenonello dalam Nurbaiti merinci bahwa ada lima komponen dalam proses writing yaitu:

–         Inventing: Yaitu menemukan dan menbangkitkan idea/gagasan dari siswa, apa yang akan siswa tulis atau siswa sampaikan, langkah menemukan ide bisa dengan sebanyak cara seperti membaca, berbicara, curah gagasan, pertanyaan, mindmapping dll.

–         Planning : yaitu tahap begaimana siswa mencoba menentukan bagaimana menyampaikan gagasan. Tahap ini siswa akan mengemukakan masalah, tujuan, pembaca, struktur text dan Tone dari teks yang akan ditulis.

–     Drafting: Pada tahap ini siswa berusaha membentuk materi atua bahan menjadi text. Draft ditulis berkelanjutan, dari draft 1, draft 2 dan draft 3 sampai menjadi hasil akhir.

–     Revising : merevisi termasuk menambah ide baru, gagasan lain  menghilangkan sebagian kata atau gagasan yang tidak perlu atau menyusun kembali apa yang telah di tulis dalam draft.

–     Editing: Mengedit berarti memoles sebuah karya tulisan dari berbagai segi seperti, spelling, tenses, pilihan kata dan lain-lain.

 

 

2. Portofolio

 

Pembelajaran menulis dengan portofolio diharapkan bisa menjadi optimal karena dilaksanakan sesuai teori pembelajaran writing. Portofolio sendiri berarti kumpulan hasil karya yang mampu menunjukkan kompetensi siswa. Portofolio adalah sutu koleksi pekerjaan siswa yan menunjukkan segala usaha siswa, kemajuan dan pencapaian belajar siswa dalam satu bidang atau lebih yang harus menunjukkan koleksi pekerjaan terbaik siswa atau usaha terbaik siswa, contoh terbaik dari penglaman kerjanya yang berhubungan dengan hasil belajar yang akan diukur dan dokumen dokumen yangsesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ke arah penguasaan hasil belajar yang diidentifikasi.

Portoflio memperlihatkan tingkatketrampilan dan pemahaman siswa, mendukung tujuan pembelajaran, mereflesikan perubahan dan pertumbuhan selama kurun waktu tertentu, mendorong refleksi oleh siswa, guru dan orang tua, serta memungkinkan adanya kesinambungan dalam pendidikan dari waktu ke waktu. ( Gultom, 2003:140 dalam Nurbaiti, 2006)

Ramli ( 1990 ) dan Tierney ( 1991)  dalam Nurbaiti (2006) mengemukakan bahwa portofolio adalah dokumentasi yang dapat (1) memberikan gambaran perkembangan belajar siswa secara konkret dalam periode tertentu kepada guru, siswa , administrator, orang tua dan pihak lain yang berkepentingan, (2) mengembangkan kemandirian siswa dalam mengarahkan proses belajarnya. Dengan portofolio siswa dilatih mengoleksi, memilih, dan merefleksikan karyanya sendiri sehingga dapat mengukur sendiri perolehan belajarannya.

Dalam menulis menggunakan portofolio, Tomkins (1994) dalam Nurbaiti (2006) mengemukakan langkah langkahnya yaitu : (1) menyusun naskah singkat,(2) menulis naskah kasar,(3) merevisi naskah kasar dan menyuntingnya, (4) menulis naskah jadi dan (5) mempublikasikan naskah jadi. Penilaian portofolio di mulai dari proses awal, perbaikan dan revisi hasil karya sampai hasil akhir dan publikasi.

 

Langkah-langkah Pembelajaran Portofolio dalam writing. (Nurbaiti:2006) adalah:

–         Student Teacher Conference

Yaitu langkah menentukan thesis , masalah atau topik yang akan ditulis siswa.

–         Pembuatan draft 1

Siswa menuliskan draft 1 dari sebuah text

–         Revising and Editing

Siswa berkonsultasi dengan guru atau teman untuk memperbaiki Draft 1,2 atau 3 dan memperbaiki draft setelah mendapatkan masukan.

–     Hasil akhir

Draft yang sudah direvisi dan diedit menjadi hasil akhir atau karya terbaik.

–         Publising

Hasil karya anak dipamerkan untuk dibaca dan diapresiasi oleh siswa lain tidak hanya guru.

 

Portofolio dalam writing berisi kumpulan hasil karya terbaik siswa setelah mengalami tahapan tahapan tersebut di atas.

 

3. Weblog

Aplikasi dari perangkat lunak yang dipakai pada materi ini adalah dengan mengunakan media weblog, dimana weblog tersebut termasuk dalam sistem manajemen pembelajaran atau learning management sytem (LMS). Media menurut Smaldino, et.al (2011:7) adalah apa saja yang membawa informasi antara sebuah sumber dan sebuah penerima dengan tujuan adalah untuk memudahkan komunikasi dan belajar. Pengunaan weblog pada model ini adalah untuk mempermudah siswa dalam memahami kompetensi menulis dalam bahasa inggris.

Learning Management System (biasa disingkat LMS) adalah aplikasi perangkat lunak untuk dokumentasi, administrasi, pelacakan, pelaporan program pelatihan, kelas dan kegiatan ‘’online’’, program pembelajaran elektronik (e-learning program), dan isi pelatihan. Sebuah LMS yang kuat harus bisa melakukan hal berikut:

  • memusatkan dan mengotomatisasi administrasi
  • menggunakan layanan ‘’self-service’’ dan ‘’self-guided’’
  • mengumpulkan dan menyampaikan konten pembelajaran dengan cepat
  • mengkonsolidasikan inisiatif pelatihan pada platform berbasis ‘’web scalable’’
  • mendukung portabilitas dan standar
  • personalisasi isi dan memungkinkan penggunaan kembali pengetahuan.

Pengunaan weblog pada pembelajaran bahasa inggris dalam kompetensi menulis sangatlah memungkinkan, karena pada saat ini layanan tersebut dengan mengunakan internet, memberikan kemudahan yang tak terbatas. Salah satu program layanan terbaru yang banyak dimanfaatkan berbagai perusahaan, kantor, universitas, sekolah bahkan perorangan adalah pembuatan situs atau web yang sangat mudah dan gratis. Layanan ini ada di berbagai penyedia situs gratis seperti www. WordPress.com , http://www.blogger.com. http://www.freehost.com yang memungkinkan setiap orang atau siswa dapat memiliki halaman web pribadi dengan gratis. Halaman web pribadi ini bisa diisi apa saja dengan cepat, mudah diakses, dan dapat di baca, dan diakses oleh siapa saja di seluruh dunia.

Dengan adanya web pribadi siswa tersebut, akan lebih mempermudah proses pembelajaran bahasa inggris dengan kompetensi menulis, sebab siswa kapan saja bisa mengakses materi dari guru yang bersangkutan,dan gurupun dapat mengoreksi hasil kerja menulis siswanya dimanapun dan kapanpun.

 

4. Bagaimana mengunakan Weblog guna meningkatlkan  kompetensi menulis siswa

Kemajuan teknologi dalam teknologi informasi dan komunikasi yang ditawarkan, membuat pengunaan Weblog lebih mudah. Program program yang ditawarkan oleh perusahaan teknologi informasi dan komunikasi selalau bertambah keunggulannya setiap saat. Weblog dari www.Blogger.com atau http://www.Wordpress.com, memberikan kemudahan untuk membuat web pribadi dengan sangat mudah. Guru dan siswa dapat memfaatkan layanan ini dalam proses pembelajaran dan pembuatannya pun tidaklah terlalu sukar.

Weblog merupakan alternatif pemanfaatan weblog yang belum banyak dikenal di dalam proses belajar Mengajar. Weblog yang dikembangkan dan dilaksanakan di SMA 3 Lahat, Kabupaten Lahat, memberikan wadah bagi siswa untuk membuat weblog bahasa Inggris.

Guru bahasa inggris terlebih dahulu membuat blog pribadinya yang berisikan materi pelajaran dalam menulis, kemudian siswa juga  membuat weblog pribadi dan diisi dengan hasil pelajaran tersebut atau jawaban dari soal yang diberikan gurunya dalam web guru, ataupun tulisan berbahasa Inggris lainnya dari sang siswa. Siswa bisa menulis karya mereka dalam bahasa Inggris untuk mengisi weblog baik itu catatan harian pikiran ataupun ide merelka dalam bahasa inggris, jadi blog tersebut tidak sebatas materi resmi pelajaran bahasa inggris tapi juga, buah pikiran mereka sendiri dimana pada akhirnya mereka tertarik dan terbiasa untuk menulis dalam bahasa inggris karena materi tersebut merupakan kesenangan bagi mereka bukan paksaan ataupun tugas.

Pelaksanaan pembuatan Weblog siswa.

  1. Guru dengan membimbing siswa untuk membuat web di ruang komputer yang sudah tersedia hotspot internetnya.
  2. Siswa membuka layanan di www. WordPress.com atau www. Blogger.com

Di halaman Home, siswa memilik create new blog mengisi data register dengan lengkap, membuat alamat weblog misalnya: http://www.helen.blogspot.com Siswa harus mengingat pasword, untuk membuka lagi atau sign in dilain waktu, untuk mengedit atau posting artikel baru. Setelah selesai, siswa memilih lay out atau model halaman yang disukai

  1. Siswa melaksanakan posting atau mengupload tulisan, dilakukan setelah proses pendaftaran selesai
  2. Siswa bisa mengetik tulisan di rumah sebagai tugas untuk menghemat waktu,  dalam bentuk word, disimpan di disket atau flashdick dan di kopi paste dihalaman posting.
  3. Siswa memperoleh hasil posting langsung di halaman web

Postig naskah akan seketika bisa dilihat oleh teman-teman lain yang sudah diberitahu alamatnya.

  1. Siswa melaksanakan 2 bagian dari 5 tahap :

Proses menulis tahap awal, dilakkukan di kelas sebelum siswa menuju laboratorium internet, yaitu tahap generating idea, planning dan drafting.

  1. Siswa melaksanakan tahap revising dan editing.

Dihalaman weblog, karena layanan weblog, memungkinkan naskah yang sudah diposting direvisi lagi bahkan diedit.

  1. Siswa bersama guru melihat halaman weblog yang sudah

Halaman weblog akan  muncul, sebanyak naskah yang diupload siswa, memanjang dari atas ke bawah. Siswa dan guru membahas.

  1. Siswa melaksanakan peer editing. Siswa satu melihat dan membaca halaman weblog siswa lainnya dan saling memberikan masukan, kemudian siswa melakukan editing .
  2. Siswa dan guru membahas tulisan siswa, membahas kesalahan umum yang muncul dan memberikan bentuk yang benar sepert pilihan kata sesuai, spelling yang tepat dan tata bahasa yang benar.
  3. Guru membuat blog untuk satu kelas , yang memuat seluruh tulisan siswa dari masing masing blog untuk mngantisipasi kemungkinan kesalahan teknis atau hilangnya blog karena virus.

Materi pembelajaran

Target Writing Skill

Materi pembelajaran writing di SMA bisa dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu : Free writing, creative writing, guided writing atau genre based writing, yang masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda

 

 

 

 – Free writing:

Menulis bebas adalah cara yang baik untuk mengawali ketrampilan manulis siswa. Siswa diberi waktu terbatas di kelas misalnya sepuluh menit, diberi rangsangan untuk membangkitkan ide/ gagasan dan dibiarkan mereka menulis apapun yang ada di pikiran mereka. Rangsangan harus diberikan oleh guru, karena tanpa rangsangan yang diberikan, tugas menulis yang tiba tiba akan membuat siswa frustasi dan tidak tahu bagaimana harus memulai. Pemberian rangsangan atau eksposure untuk generating ideas/ membangkitkan gagasan bisa dengan berbagai teknik seperti:

–     Memberikan gambar gambar provokatife

–         Memberikan pertanyaan yang provokatife

–         Memberikan situasi yang provokatife

–         Memberikan curah gagasan

–         Mengguanakan mindmap/peta pikiran

–         Menggunakan 5W  1H :what, who, when, why, dan how.

–         Creative writing

Istilah creative writing berarti tulisaan imajinasi seperti puisi, cerita, narasi, cerita pendek dann drama, seperti dijelaskan dalam:

Menulis kreatif akan mengembangkan kebanggaan siswa. Menulis kreatif sudah mencapai tingkat tertinggi dalam 4 tingkatan bahasa untuk keindahan , imaginasi dan sastra.

Gaffiel-Vile menegaskan,”Creative writing is a journey of self discovery and self discovery promotes effective learning, when teachers set up imaginative tasks so their students are  thoroughly are engaged and those student fre strive harder  than usual to produce a greater varity of correct and appropriate language than routine assigment” ( Gaffield-Vile 1989:31 dalam Nurbaiti :2006)

Menurut Gaffield-Vile menulis creatif adalah perjalanan menemukan kesejatian dan menemukan kesejatian akan meningkatkan pembelajaran yang efektif. Ketika guru memberikan tugas menulis kreatif, siswa biasanya terlibat sekali sehingga mereka mau berusaha lebih keras dalam memproduksi tulisan daripada tugas rutin lainnya.

Tulisan kreatif siswa bisa berupa puisi, cerita pendek, naskah drama, legenda, mitos dan certia fable tentang binatang.

–         Guided Writing : Genre Based Writing

           Kompetensi menulis yang paling banyak dikembangkan dan sesuai dalam     pembelajaran berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah menulis terpandu atau dituntun yaitu Genre Based Writing,  menulis Genre atau berbagai jenis teks.

Menulis dengan genre ini adalah menulis berdasarkan maksud & tujuan siswa menulis. Siswa menyadari benar apa tujuan menulis, siapa pelakunya, bagaimana struktur teksnya, dan linguistic feature apa yang signifikan.

Ada 10 jenis teks yang diajarkan di SMA sebagai common genre: yaitu:

  1. Recount  untuk menceritakan peristiwa di waktu lampau
  2. Narasi untuk menghibur pembaca, berupa cerita, dongeng dll
  3. Prosedure untuk menceritakan langkah mengerjakan sesuatu
  4. News items untuk mrenceritakan peristiwa yang pantas diberitakan
  5. Deskripsi untuk menceritakan seseorang, sesuatu atau suatu tempat
  6. Report untuk menceritakan gejala alam & gejala sosial
  7. Ekspossu analitis untuk membujuk. Berargumentasi
  8. Eksposisis hortattory untuk membujuk dan merekomendasikan
  9. Review untuk mengkritik/ mengevaluasi karya sastra
  10. Eksplanasi untuk menceritakan mangapa dan bagaimana sesuatu terjadi

 

 

 

Langkah awal atau Persiapan

–         Pembuatan weblog, guru membimbing siswa di laboratorium komputer yang sudah tersedia layanan hotspot internetnya

–      Guru memberikan tugas awal kepada siswa untuk menulis apa yang mereka inginkan atau menulis bebas

–         Siswa membuat weblog

Pelakasanaan

–         Siswa menulis karangan bebas, (ide,cerita, dsb) hal ini dimaksudkan selain utuk memancing kondisi siswa supaya senang terlebih dahulu juga mengetahui pengetahuan menulis siswa pada tahap awal

–         Siswa mengupload tulisan di weblog sebagai langkah publishing

Penilaian

–         Guru melaksanakan penilaian dengan kriteria yang sudah diberitahukan lebih dahulu kepada siswa yang mampu mengukur dan menilai kompetensi siswa dengan tepat

 

 

 

Simpulan dan Saran

  1. a.    Simpulan

Pemanfaatan teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran bahasa inggris kompetensi menulis diupayakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis bahasa inggris. Melalui media ICT (information communication and technology) dengan mengunakan weblog, dunia pendidikan khususnya di SMA Negeri 3 Lahat proses pembelajaran bahasa inggris dalam kompetensi menulis dapat lebih menarik, efisien, efektif dan menyenangkan, sehingga siswa tanpa sadar akan terus belajar menulis dalam bahasa inggris, tetntunya dengan poengawasan dari guru bidang studi yang bersangkutan.

Tidak terbatasnya ruang dan waktu dalam pengunaan internet akan membuat latihan siswa dalam menulis bahasa inggris akan lebih banyak, selain tanpa disadari siswa juga menguasai bidang pelajaran yang lain yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

  1. b.   Saran

Kendala yang mungkin muncul adalah pekerjaan atau tugas  yang diberikan kepada siswa, dapat dikerjakan oleh orang lain, mengingat kontrol terhadap model pembalajaran ini terbatas pada kepribadian atau kejujuran siswa itu sendiri, akan tetapi latihan di dalam kelas pada proses pembelajaran resmi atau jam KBM (Kondisi Belajar Mengajar) dapat menjadi kontrol yang lebih baik, misalnya hasil latihan siswa di blognya baik tapi hasil dari latihannya di dalam kelas kurang baik, maka hal ini akan menimbulkan pertanyaan lain.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Anderson, L.W, et.al.  2001.   A Taxonomy For Learning Teaching And Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of educational Objectives (halaman xxii): Abridged Eadition.   Longman. New York.

Dahar,  R.W.   2011. Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Erlangga. Jakarta

Gerlach, Vernon S & Ely, Donald P. 1980. Teaching and Media: a systematic approach. Prentice-hall, Inc.Englewood Cliffs, N.J. USA

Indrawati,  Rita.   2010.   Bahasa Inggris: Kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Rayon 4 Unsri. Unsri. Indralaya

Miarso Yusufhadi, 2011. Menyemai Benih Teknologi pendidikan. Kencana. Jakarta.

Nurbaity, N.   2006. English weblog. (http://www. Nurbaityblogspot.com, diakses 1 Januari 2012.

Smaldino Sharon E. D.L, Lowther. J.D. Russel. 2011. Instructional Technology And Media For Learning:”. Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar”.  Prenada Media Group. Jakarta.

Susandri, Agusman.   1997,   The Correlation Between Listening and Speaking Competence of the EFL Freshmen at the English Educationn Study Prpgram of sriwijaya University.   Skripsi strata 1 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Program Studi Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya (tidak dipublikasikan)

Undang-undang  No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s